Kabarminang – Pemerintah pusat menyetujui penambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) untuk wilayah Sumatera yang terdampak bencana, termasuk Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, tambahan TKD untuk Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumbar disetujui sebesar Rp10,65 triliun.
Keputusan tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat bersama Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
“Pemberian tambahan alokasi TKD disetujui sebesar Rp10,65 triliun. Jadi bukan angka yang 7 atau 8 triliun, kita ambil yang maksimal sesuai dengan usulan dari Menteri Dalam Negeri,” ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan, terdapat 47 daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera yang mengalami penurunan TKD. Oleh sebab itu, pemerintah pusat menambah alokasi untuk mempercepat pemulihan daerah.
Sumbar menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam skema tambahan TKD tersebut.
Dia mengatakan penyaluran dana dilakukan secara bertahap selama tiga bulan.
“Mulai Februari sebesar 40 persen, Maret sebesar 30 persen, April sebesar 30 persen. Ini yang tambahannya, otomatis kita transfer seperti itu,” katanya.
Menurut Purbaya, tambahan TKD yang disetujui mencapai Rp10,648 triliun sesuai arahan Presiden.
Pada tahap pertama Februari, penyaluran diperkirakan mencapai sekitar Rp4,2 triliun dan ditargetkan masuk pada pekan keempat Februari 2026.
“Penyaluran tambahan TKD di bulan Februari akan mencapai paling tidak minggu keempat ya Rp4,2 triliun,” sambung Purbaya.
Diprioritaskan untuk Belanja Pokok dan Penanganan Bencana
Menkeu menegaskan, penggunaan tambahan TKD harus diprioritaskan untuk pemenuhan belanja pokok pemerintah daerah, penanggulangan bencana, serta kebutuhan mendesak lainnya.
Ia berharap daerah terdampak, termasuk Sumbar, dapat segera memanfaatkan tambahan dana tersebut untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
“Jadi untuk TKD sudah jelas peruntukan dan timeline-nya. Jadi harusnya sih minggu depan mereka sudah, minggu dua minggu ini sudah mulai bisa menggunakan uang itu untuk mendorong ekonominya lebih lanjut,” imbuhnya.















