Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan dukungannya. Namun, ia menegaskan bahwa gagasan tersebut harus diperjuangkan secara serius dan melalui proses yang matang.
Ia menilai Sumbar memiliki dasar historis yang sangat kuat untuk memperoleh status daerah istimewa. Ia menyebut, tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki rekam jejak sejarah seperti Bukittinggi yang pernah menjadi pusat pemerintahan negara di masa perjuangan.
“Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas. Daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi,” tuturnya.
Fadli menjelaskan bahwa keberadaan PDRI di Bukittinggi menjadi salah satu titik penentu dalam sejarah Indonesia. Saat itu, pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara berhasil menjaga eksistensi Republik Indonesia di tengah agresi militer Belanda.
“Bukittinggi menjadi ibu kota pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Itu masa yang sangat krusial dan sangat menentukan. Jika tidak ada PDRI, tidak mungkin akan ada NKRI,” imbuhnya.
















