Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman memastikan tetap akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat tahun 2026. Kepastian ini sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di media sosial terkait isu ketidakdukungannya terhadap atlet daerah.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa pernyataannya beberapa hari lalu mengenai ketidaksiapan anggaran jika Porprov digelar pada Juni tidak dapat dimaknai sebagai penolakan atau sikap tidak mendukung atlet. Hal tersebut semata-mata disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang belum tersedia dalam APBD murni.
“Kalau Porprov dilaksanakan bulan Juni, memang belum ada anggarannya. Tapi kalau dilaksanakan bulan Oktober, maka bisa kita masukkan dalam anggaran perubahan,” kata Yota Balad, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekda Afrizal Azhar, dan Ketua KONI Pariaman Edison, saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Kamis (29/1).
Ia menyayangkan narasi di media sosial yang menggiring opini seolah-olah Pemko Pariaman tidak berpihak kepada atlet. Menurutnya, dukungan terhadap atlet tetap menjadi komitmen pemerintah daerah, namun harus disesuaikan dengan mekanisme serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Yota Balad menambahkan, Pemko Pariaman siap mengikuti Porprov sesuai dengan kesepakatan seluruh kepala daerah di Sumatera Barat. Ia menilai Porprov tahun ini sangat penting karena sudah lama tidak digelar dan direncanakan akan diikuti oleh 10 kabupaten/kota di Sumbar.
“Porprov ini harus terlaksana karena sudah lama tidak digelar. Kita mendukung penuh, dengan catatan pelaksanaannya realistis dan sesuai kemampuan daerah,” ujarnya.
Terkait keikutsertaan cabang olahraga (cabor), Pemko Pariaman tidak serta-merta mengikutsertakan seluruh 48 cabor yang dipertandingkan. Seleksi akan dilakukan berdasarkan kesiapan, prestasi, serta potensi atlet yang benar-benar kompetitif.
“Dari 48 cabor, mana yang layak dan sudah berkompetisi, itu yang kita ikutkan. Kalau banyak yang berpotensi, anggarannya akan kita sesuaikan,” jelas Yota.
















