Ia menambahkan, DPRD bersama Pemko akan fokus membahas strategi penyeimbangan anggaran, terutama melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Potensi PAD Padang, menurutnya, masih bisa dioptimalkan, mulai dari pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), hingga pajak hotel dan restoran.
“Kalau APBD ingin bertumbuh, PAD yang harus kita kejar. Kita juga sedang evaluasi kebocoran PAD, termasuk dari pajak kendaraan bermotor, yang tahun ini diproyeksikan naik signifikan,” ujar Muharlion.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, baik Yenni maupun Muharlion optimistis RPJMD 2025–2029 dapat disusun secara realistis dan tetap menjawab visi serta misi pembangunan Kota Padang ke depan.
















