Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar Lomba Cerdas Quran Tahun 2026 di Gedung Youth Center Kota Padang, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi panggung bagi ratusan siswa tingkat SD dan SMP untuk menunjukkan kecintaan serta pemahaman mereka terhadap Al-Quran.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari Program Unggulan (Progul) Pemko Padang untuk mewujudkan “Padang Juara” sekaligus memperkuat program “Smart Surau”.
“Tujuannya adalah membentuk karakter anak-anak kita sesuai visi Kota Padang: mewujudkan masyarakat yang religius dan berbudaya. Kita ingin anak-anak Padang tidak sekadar belajar Islam, tapi benar-benar mencintai Islam dan menjadikan Al-Quran sebagai akhlak mereka,” ujar Maigus Nasir.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 280 siswa mengikuti lomba dengan persiapan yang dinilai matang di bawah bimbingan guru pendamping. Maigus Nasir juga menyampaikan rencana strategis untuk tahun mendatang agar 448 sekolah dapat berpartisipasi penuh tanpa kendala administrasi.
Suasana lomba turut menarik perhatian dengan hadirnya Brigadir Novario Nandes sebagai salah satu dewan juri. Polisi muda tersebut dikenal sebagai sosok inspiratif yang berhasil menjadi anggota Polri melalui jalur prestasi tahfiz Al-Quran.
Maigus Nasir menambahkan bahwa peran kepala sekolah dan guru sangat penting sebagai motivator bagi peserta. Menurutnya, dukungan sederhana dari guru bisa memberi dampak besar terhadap mental juara siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, turut memberikan semangat kepada para peserta.
“Jadikan ajang ini sebagai motivasi menjelang bulan suci Ramadan. Jangan tegang, tetap santai dan rileks. Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah semangat untuk terus berlatih,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Padang juga mengumumkan rencana penguatan literasi Al-Quran di sekolah. Pasca libur Lebaran mendatang, siswa tingkat SMP direncanakan akan memulai hari dengan membaca dan mempelajari Al-Quran setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu ditutup dengan sesi interaksi antara pimpinan daerah dan para penghafal Quran cilik yang memiliki hafalan mulai dari setengah juz hingga 3,5 juz.















