Kabarminang – Pemerintah Kota Bukittinggi, bekerja sama dengan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus memperkuat upaya pembangunan kota yang lebih terarah dan berkelanjutan melalui program Integrated City Planning (ICP).
Kesepakatan tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kedua ICP yang digelar di Bukittinggi Command Center (BCC), Kamis (21/8).
Rapat ini bertujuan menyepakati sejumlah poin penting, seperti baseline analysis, visi umum pembangunan, rencana induk, hingga visualisasi area percontohan (pilot area) sebagai bagian dari strategi pembangunan perkotaan Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa ICP bukan sekadar konsep teknis, tetapi merupakan rencana strategis yang mengintegrasikan kebijakan, program, dan investasi pembangunan kota.
“Melalui ICP ini, kita ingin memastikan pembangunan Bukittinggi benar-benar terintegrasi, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pelestarian identitas budaya kota,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pemko Bukittinggi memprioritaskan penataan fasilitas umum, peningkatan penerangan jalan, serta rencana penataan kabel listrik bawah tanah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga. Selain itu, pengembangan transportasi publik, termasuk mobil wisata, turut dirancang guna mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ramlan juga mengungkapkan rencana pemerintah kota untuk mengusulkan penyelenggaraan festival budaya dan perayaan 100 tahun ikon kota Jam Gadang, sebagai bagian dari agenda memperkuat identitas Bukittinggi sebagai kota perjuangan.
Perwakilan Kementerian PUPR, Mangapul Nababan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bukittinggi merupakan salah satu dari 10 kota yang ditetapkan sebagai pilot project dalam program pengembangan perkotaan nasional, dan termasuk dalam 50 kota prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
“Masukan dari pemerintah kota sangat penting agar konsep yang disusun benar-benar selaras dengan dokumen perencanaan daerah. Bukittinggi punya potensi besar dan akan menjadi contoh bagi kota lain jika master plan ini berhasil difinalisasi dan dijalankan hingga tahun 2027,” ungkap Mangapul.
Dengan langkah strategis ini, Bukittinggi diharapkan mampu menjadi kota yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat sejarah, budaya, dan pariwisata di Sumatera Barat.