Ketika sang gadis berdiri, FM datang dari belakang untuk mengunci leher gadis dan menarik gadis sehingga gadis hampir jatuh. Gadis berusaha melepaskan tangan FM dari lehernya dan berhasil melepaskannya. FM kembali mengunci leher gadis dan menarik gadis sehingga gadis jatuh ke jalan. Saat gadis tertelentang, FM mencekik leher gadis dan berusaha untuk menyetubuhi gadis. Namun, Gadis berusaha melawannya dan menggagalkan upaya FM. FM kemudian pergi ke tempat MC dan DP duduk, sedangkan sang gadis duduk di pinggir jalan.
Sekitar pukul 5.30 WIB MC mendatangi sang gadis dan menarik tangan kanan gadis untuk membawanya ke tepi pekuburan. MC lalu mengunci leher gadis dan menjatuhkannya sehingga korban jatuh ke tanah. Ketika tertelentang, sang gadis menendang MC. Namun, MC menduduki sang gadis dan mencekik leher korban sambil menyuruh gadis untuk diam.
Sang gadis terus malawan MC, tetapi MC memukul kepala gadis untuk menyuruh gadis tenang. MC kembali mencekik leher korban sampai korban tidak berdaya. Saat itulah MC menyetubuhi sang gadis.
Setelah itu, MC pergi ke tempat FM dan DP. Sementara itu, korban korban duduk di tepi jalan sambil menangis. Adapun MC, FM, dan DP mengobrol sambil tertawa.
Sekitar pukul 6.30 WIB giliran DP ingin menyetubuhi korban. DP mengajak korban untuk pergi ke arah pekuburan, tempat FM dan MC berada. Namun, korban menolak dan meminta diantar pulang. DP menolak permintaan korban dan minta jatah kepada korban dengan alasan adiknya, MC, dapat jatah, sedangkan ia belum dapat jatah. DP mengancam tidak akan mengantar korban pulang sebelum dapat jatah.
Karena takut dan tidak berdaya, korban mengikuti DP menuju ke pekuburan. Di sana DP mendorong korban sehingga korban terjatuh. Korban takut dan tidak berdaya lagi. Saat itulah DP menyetubuhi korban. Setelah itu, DP pergi ke tempat FM, sedangkan korban kembali ke tepi jalan untuk duduk dan menangis.
Sekitar pukul 7.00 WIB korban menemui ketiga pemuda itu untuk minta antar pulang. FM mengatakan bahwa tidak ada motor untuk mengantar korban. Korban lalu menangis dan melarikan diri, tetapi dikejar oleh FM. Korban lalu bertemu dengan warga sekitar. Namun, korban tidak menceritakan peristiwa keji dan sedih yang dialaminya kepada warga karena takut. FM lalu mengantar korban ke rumah teman korban di Painan.
“Akibat kejadian tersebut, korban kini hamil lima bulan,” ujar Yogie.