Karena tidak bisa mengendarai becak motor milik korban, rekan kerja Uncu bergegas memberi tahu anak korban agar segera datang ke kebun untuk menjemput ayahnya.
Anak korban kemudian membawa becak motor yang menjadi satu-satunya kendaraan operasional keluarga menuju lokasi kejadian. Bersama kerabat lainnya, ia berusaha mengangkat tubuh ayahnya yang mengalami luka parah ke atas kendaraan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, upaya evakuasi tersebut sempat terkendala. Di tengah perjalanan, becak motor yang membawa korban mogok karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Dahlia mengatakan, anak korban sempat kesulitan mencari kendaraan lain yang bisa membantu membawa ayahnya untuk mendapatkan pertolongan. Hingga akhirnya, seorang warga bersedia membantu mengevakuasi korban ke bidan terdekat.
Menurut Dahlia, anak korban sempat menyampaikan bahwa ayahnya masih bernapas selama perjalanan evakuasi. Namun, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir di pangkuan anaknya.
Setelah dibawa ke rumah sakit rujukan, tim medis mengonfirmasi bahwa Uncu telah meninggal dunia akibat cedera berat di bagian kepala.
Kepergian Uncu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Selama ini, ia menjadi satu-satunya tulang punggung yang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Almarhum meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung dua bulan serta lima anak perempuan yang masih bersekolah di tingkat SMP dan SMA.





















