Kabarminang- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menangani dampak kebakaran hebat yang meluluhlantakkan Pasar Payakumbuh, pada Selasa (26/8/2025) dini hari. Untuk melakukan pemulihan, Pemko Payakumbuh meminta bantuan Rp8 Miliar lebih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema relokasi pedagang ke dua lokasi, yakni di Jalan Sutan Usman dan eks Terminal Sago. Setiap pedagang akan ditempatkan di lapak berukuran 2,75 meter x 2 meter.
“Data dari Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) akan kita sinkronkan dengan data Pemko agar tidak ada yang terlewat” ujarnya pada saat meninjau lokasi kebakaran, yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumbar, Jumat (29/8).
Sekretaris Daerah Payakumbuh, Rida Ananda, menyebut sejak awal kebakaran pihaknya bersama damkar dan relawan langsung turun melakukan pemadaman serta pendataan pedagang terdampak. Ia meminta pedagang yang belum terdata segera melapor agar tidak tertinggal dalam skema relokasi.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupa santunan Rp4 miliar, serta tambahan anggaran relokasi sekitar Rp4 miliar lebih.
“Kami sangat berharap dukungan penuh dari Gubernur agar usulan ini juga bisa diperjuangkan ke pemerintah pusat,” katanya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, meminta Pemko Payakumbuh agar persoalan kepemilikan kios dituntaskan terlebih dahulu sebelum relokasi dimulai.
Terkait kondisi bangunan pasar, Mahyeldi menyebut akan ada kajian ulang dari tim ahli untuk menentukan apakah gedung dibangun kembali atau diperbaiki sebagian. “Kita harus pastikan bangunan yang berdiri aman, tidak berbahaya bagi pedagang dan pengunjung,” ucapnya.
Ia menegaskan Pemprov Sumbar akan memberikan dukungan, termasuk memperjuangkan bantuan ke pemerintah pusat.
“Jadikan musibah ini sebagai pelajaran untuk membangun pasar yang lebih baik. Insya Allah Payakumbuh akan bangkit,” tutupnya.