Kabarminang – Kota Padang berhasil masuk enam besar nominasi terbaik nasional dalam penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah Tahun 2026. Capaian tersebut membawa Padang ke tahap akhir penilaian nasional yang diikuti lebih dari 500 kabupaten dan kota di Indonesia.
Setelah melewati tahapan pemaparan kinerja, penilaian kini berlanjut melalui uji petik lapangan. Tim nasional datang langsung ke Kota Padang untuk melihat sejauh mana kebijakan kemudahan berusaha yang disampaikan pemerintah daerah benar-benar diterapkan dalam pelayanan.
Tim uji petik diterima Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (13/8/2026). Tim tersebut terdiri atas perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta PT Surveyor Indonesia.
Bagi Pemerintah Kota Padang, tahapan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas pelayanan perizinan dan fasilitasi investasi secara langsung. Penilaian tidak lagi hanya melihat dokumen maupun pemaparan, tetapi juga bagaimana sistem pelayanan berjalan dan dirasakan oleh masyarakat serta pelaku usaha.
Perwakilan tim uji petik, Eduardo Edwin Ramda, mengatakan proses penilaian mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
“Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah,” ujar Eduardo.
Menurut Eduardo, uji petik diperlukan untuk melihat kesesuaian antara kebijakan yang disampaikan pemerintah daerah dengan pelaksanaannya di lapangan. Padang diharapkan mampu menunjukkan kinerja terbaik sehingga berpeluang meraih predikat best of the best dalam penilaian tersebut.
Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan masuknya Padang dalam enam besar nasional merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan utama dari upaya pembenahan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang.
Maigus menegaskan, proses penilaian tersebut justru harus menjadi pemacu bagi Pemko Padang untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik, khususnya pelayanan yang berkaitan dengan dunia usaha dan investasi.
“Kami tidak ingin penghargaan hanya menjadi tujuan. Yang paling penting, ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun, terutama calon-calon investor yang masuk ke Kota Padang,” ujar Maigus.
Pemko Padang mengintegrasikan upaya tersebut melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani. Program ini diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan melalui digitalisasi layanan, pengembangan kawasan wisata, revitalisasi UMKM, hingga optimalisasi potensi kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Bagi pemerintah kota, kemudahan perizinan tidak hanya berkaitan dengan proses administratif. Pelayanan yang cepat, mudah dan transparan diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Maigus mengatakan Pemko Padang terus mengedepankan sinergi dan kolaborasi agar kota tersebut semakin terbuka terhadap dunia usaha dan investasi. Menurutnya, keberhasilan dalam penilaian nasional akan menjadi tambahan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi,” harapnya.
Masuknya Padang dalam enam besar nasional sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa reformasi pelayanan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat perekonomian kota.
Uji petik lapangan menjadi penentu penting dalam perjalanan tersebut. Jika mampu melewati tahapan akhir dengan hasil terbaik, Padang tidak hanya memperoleh pengakuan dalam penilaian nasional, tetapi juga memiliki momentum untuk memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap kualitas pelayanan dan iklim investasi di Kota Padang.
Pada akhirnya, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Lebih jauh, kualitas pelayanan yang semakin baik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui investasi yang tumbuh, usaha yang berkembang, dan semakin terbukanya peluang ekonomi di Kota Padang.
















