Penurunan tersebut dipicu oleh melandainya harga sejumlah komoditas buah dan sayuran di tingkat produsen.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada Agustus 2026 juga mengalami kenaikan. NTUP tercatat naik 0,32 persen menjadi 137,93.
Pertumbuhan NTUP tertinggi dicatatkan subsektor perikanan, khususnya perikanan tangkap, yang mengalami kenaikan sebesar 3,16 persen.
“Subsektor perikanan, khususnya para nelayan tangkap, mengantongi kenaikan NTUP terbesar pada bulan ini yaitu mencapai 3,16 persen,” tutur Nurul.
Ia mengatakan kenaikan tersebut didukung oleh kestabilan biaya produksi serta harga jual hasil tangkapan laut.
Nurul menilai data tersebut menunjukkan adanya dinamika ekonomi yang berbeda-beda pada setiap subsektor pertanian di Sumatera Barat. Ia pun mengimbau pemerintah daerah menjaga kestabilan harga komoditas yang mengalami penurunan untuk melindungi pendapatan petani.
















