Selain itu, dalam memperketat pengawasan terhadap barang dan kunjungan lapas, Junaidi menerapkan sistem layanan kunjungan satu pintu. Hal tersebut untuk memastikan barang-barang diperiksa secara ketat sebelum diserahkan kepada warga binaan. Tidak hanya itu, Junaidi juga tegas melakukan pengawasan kepada petugas lapas.
“Kami rutin melakukan tes urin kepada petugas. Jika ada yang terbukti terlibat, sanksi dipecat akan langsung kami berikan,” tambahnya.
Selain langkah tegas, Lapas Padang juga berupaya membina warga binaan agar tidak kembali terlibat dalam peredaran narkoba. Sosialisasi dan pembinaan mental terus dilakukan untuk mendorong mereka kembali ke jalan yang benar.
“Upaya ini bukan hanya untuk menegakkan aturan, tapi juga untuk membantu warga binaan berubah menjadi individu yang lebih baik. Kami ingin menciptakan lapas yang tidak hanya bersih dari narkoba, tapi juga mendukung perubahan positif bagi penghuninya,” pungkasnya.













