Kabarminang — Sebuah rumah terbakar di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, pada Kamis (2/4/2026) sore. Hingga api padam sekitar pukul 20.00 WIB, pemadam kebakaran (damkar) kabupaten itu tidak tiba di lokasi karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM) dalam perjalanan.
Anton Asmara, Komanda Regu Damkar Agam yang memimpin armada damkar untuk pergi ke lokasi, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi kebakaran itu pukul 17.20 WIB dari anggota damkar di Maninjau, bukan dari warga yang melapor lewat telepon. Setelah mendapatkan kabar itu, ia langsung turun dengan mobil truk Fuso damkar bersama sebelas personel lainnya.
“Dalam waktu hampir bersamaan, satu mobil damkar dari Posko Damkar Tiku dan lima personel turun ke lokasi,” ujar Anton kepada Kabarminang.com pada Jumat (3/4/2026).
Dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran, kata Anton, mobil tersebut kehabisan BBM di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung. Pihaknya berusaha untuk mencari BBM, tetapi baru mendapatkan BBM 20 liter dari Maninjau hampir satu jam kemudian.
Pada saat bersamaan, juga di tempat yang sama, kata Anton, mobil damkar dari Posko Damkar Tiku, juga kehabisan BBM karena kebocoran selang BBM. Ia menyebut bahwa mobil itu sudah tua dan petugas damkar di mobil itu tidak tahu selang BBM mobil itu bocor sehingga BBM-nya habis.
Karena situasi di lokasi kebakaran sudah panas, kata Anton, pihaknya memutuskan untuk batal menuju lokasi. Alasannya, hal itu membahayakan petugas damkar lantaran warga marah kepada armada damkar yang belum juga tiba.
“Atas izin Pak Kabid Damkar, kami kembali ke posko,” ucap Anton.
Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal, mengatakan bahwa rumah itu terbakar sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menyebut bahwa api berasal dari mobil Toyota Avanza, lalu menjalar ke rumah.
“Api muncul diduga karena korsleting mobil. Saat itu, suami pemilik rumah sedang berada di dalam mobil,” ucap Amrizal.
Saat api menyala, kata Amrizal, suami pemilik rumah menyiramkan air ke mobil yang terbakar. Ia menyebut bahwa istri korban sudah meminta korban untuk berhenti menyiramkan air tersebut. Akhirnya, katanya, dada dan wajah korban terbakar karena tersambar api.
“Korban dilarikan ke RSUD Lubuk Basung pukul 18.0 WIB saat api masih membakar rumah. Dia menderita luka bakar yang cukup parah,” ucap Amrizal.
Untuk memadamkan api, kata Amrizal, warga setempat bergotong royong untuk menyiramkan api dengan ember. Hingga api padam sekitar pukul 20.00 WIB, katanya, petugas pemadam kebakaran (damkar) tidak datang.
“Menurut informasi yang saya dapatkan, mobil damkar kehabisan BBM di jalan saat menuju lokasi kebakaran,” tutur Amrizal.
Amrizal menginformasikan bahwa rumah itu milik Murniati, pensiunan kepala sekolah. Saat kebakaran terjadi, katanya, hanya ada Murniati dan suaminya, Ayani (68 tahun), di rumah. Ia menyebut bahwa Murniati tidak mengalami luka bakar, sedangkan suaminya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar.
“Yang terbakar satu rumah, satu mobil, dan satu sepeda motor. Akibat kebakaran itu, rumah tinggal dinding tembok, sedangkan mobil dan sepeda motor habis terbakar,” ujar Amrizal.
Selain itu, kata Amrizal, uang dan emas yang ada di dalam rumah juga terbakar. Ia mengatakan bahwa Murniati menyimpan banyak uang dan emas di rumah karena ia merupakan orang yang dipercaya oleh banyak orang sebagai tempat menitipkan uang dan barang berharga lainnya.















