Para pengungsi berharap bantuan logistik dapat disiapkan minimal untuk satu bulan ke depan, mengingat kondisi rumah mereka belum memungkinkan untuk ditempati kembali.
“Kami berharap bantuan bisa berkelanjutan, karena kemungkinan kami masih berada di sini cukup lama,” katanya.
Karena tidak berada di posko pengungsian utama, para pengungsi yang tersebar di rumah-rumah warga berisiko terlewat dari pendataan dan distribusi bantuan. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menjangkau seluruh pengungsi secara merata.
Masyarakat dan donatur yang ingin membantu diimbau menyalurkan bantuan melalui kanal resmi nagari setempat agar distribusi tepat sasaran.
Banjir bandang melanda Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada akhir November 2025. Bencana tersebut merusak ratusan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan dengan keterbatasan kebutuhan dasar.
















