Kabarminang — Wilayah Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, dan sekitarnya diguncang gempa tektonik pada Senin (2/2/2026) pagi.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 4,4.
Guncangan dilaporkan terjadi pada pukul 5.20.42 WIB dengan episenter terletak pada koordinat 1,17 LS dan 99,71 BT.
Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 23 km, dengan jarak sekitar 77 km arah Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan, jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa itu merupakan jenis gempa dangkal.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar Mentawai,” ujar Suaidi kepada Kabarminang.com.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), kata Suaidi, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Sumatera Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Ia menyebut bahwa daerah yang merasakan getaran gempa itu di luar pusatnya meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Lubuk Basung.
Meski guncangan terasa cukup kuat di beberapa daerah, kata Suaidi, BMKG melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Suaidi menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sementara itu, hingga pagi ini, pantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
“Hingga saat ini hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan,” tutur Suaidi.















