Kabarminang.com – Bukittinggi, kota yang sarat dengan sejarah perjuangan bangsa, menyimpan banyak peninggalan berharga, salah satunya adalah Istana Bung Hatta. Gedung yang terletak di pusat kota ini pernah menjadi kediaman Wakil Presiden Indonesia pertama, Mohammad Hatta, saat pemerintah Indonesia berpusat di Sumatera.
Bangunan ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, dari diplomasi tingkat tinggi hingga perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan.
Dari Rumah Residen hingga Kediaman Bung Hatta
Sebelum kemerdekaan, bangunan yang kini dikenal sebagai Istana Bung Hatta itu pernah berfungsi sebagai kediaman Residen Padangse Bovenlanden dan Asisten Residen Agam.
Setelah Indonesia merdeka, gedung ini diubah menjadi kediaman resmi Mohammad Hatta saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden. Dari tempat ini, Bung Hatta menggelar pertemuan dengan para pemimpin daerah dan membahas berbagai persoalan strategis terkait jalannya pemerintahan Republik Indonesia yang baru lahir.
Pada September 1947, istana ini menjadi lokasi pertemuan antara Bung Hatta dan delegasi Komisi Tiga Negara (KTN), yang bertugas mengawasi gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda. Di waktu yang sama, sekitar 15.000 pemuda dari Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menggelar pawai besar-besaran di depan gedung ini, menunjukkan tekad mereka untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa Bersejarah dan Kehancuran Gedung
Selain sebagai pusat diplomasi, Istana Bung Hatta juga menjadi tempat di mana Bung Hatta menerima sumbangan emas seberat 14 kilogram dari ibu-ibu Sumatera Barat.
Sumbangan ini kemudian digunakan untuk membeli pesawat Avro Anson RI-003, salah satu pesawat pertama milik Indonesia yang digunakan untuk perjuangan diplomasi.