Sumbarkita – Empat kali diterjang banjir dalam tiga bulan terakhir, warga Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menghadapi sisa lumpur dan batu di permukiman mereka yang hampir setinggi rumah. Ancaman banjir berulang membuat warga tetap waswas meski pengerukan sungai telah dilakukan.
Pantauan Sumbarkita pada Senin (23/2/2026), material tanah dan bebatuan berukuran sedang hingga besar menumpuk di halaman serta di sekitar bangunan rumah warga. Beberapa rumah terlihat tertimbun material, sementara bagian bangunan lainnya mengalami kerusakan.
Selain itu, aliran sungai di kawasan tersebut tampak menyempit akibat endapan material di sepanjang bantaran. Sebuah alat berat jenis ekskavator terlihat melakukan pengerukan di sekitar aliran sungai untuk mengangkat material yang terbawa banjir.
Tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat banjir terakhir, sementara beberapa rumah lainnya terdampak dengan tingkat kerusakan lebih ringan. Sebagian warga masih membersihkan sisa material yang terbawa arus.
Salah seorang warga, Asnidar, mengatakan kawasan tersebut telah dilanda banjir sebanyak empat kali dalam beberapa bulan terakhir, yakni pada 28 November 2025, 14 Desember 2025, 2 Januari 2026, dan 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai dan jebolnya tanggul penahan, sehingga permukiman dan lahan pertanian warga terdampak. Bahkan, ketinggian material di sungai sempat menyamai permukaan tanah permukiman. Tanggul sementara yang dibuat dari material sungai juga sempat jebol.
Ia mengaku mulai merasa lebih tenang setelah pengerukan dilakukan dan tanggul sementara kembali dibuat lebih tinggi dari material hasil galian.
“Sejak Sabtu lalu, alat berat sudah terlihat mulai bekerja di lokasi untuk mengeruk dasar sungai,” katanya kepada Sumbarkita.
Dia berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen terhadap aliran sungai di dekat rumahnya, baik melalui pengerukan maupun perbaikan tanggul.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Icu. Ia menyebut sebelumnya material sungai hampir setara dengan permukiman warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran banjir akan kembali terjadi saat debit air meningkat.
“Untuk sekarang saya lumayan tenang, karena material sungai sudah digali, tapi kalau bisa dibuat juga tanggul permanen, baru kami tenang seratus persen,” tutur Icu.















