Namun, tingginya pergerakan wisatawan domestik tersebut belum mampu mendongkrak tingkat keterisian kamar hotel secara signifikan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat pada Juli 2026 tercatat sebesar 51,86 persen atau turun 0,30 poin dibandingkan Juni 2026.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang hanya mencapai 19,53 persen. Angka tersebut turun cukup tajam, yakni 2,18 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Nurul menilai kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi sektor akomodasi nonbintang, agar mampu memanfaatkan tingginya pergerakan wisatawan domestik.
“Sektor akomodasi nonbintang memerlukan evaluasi strategi pemasaran agar dapat menyerap potensi pergerakan wisatawan domestik yang besar,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kembali minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Sumatera Barat.
















