Kabarminang — Korban bencana akibat banjir bandang (galodo) di Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang, terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis Posko Tanggap Darurat Padang Panjang per 1 Desember 2025 pukul 22.45 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang.
Dari total tersebut, 21 orang merupakan warga Padang Panjang, sementara 14 orang lainnya berasal dari luar Padang Panjang.
21 Warga Padang Panjang Teridentifikasi
Mayoritas korban berasal dari RT 20 Silaing Bawah, salah satu kawasan yang terdampak paling parah.
Daftar warga Padang Panjang yang menjadi korban: Nilmawati (59), Maryulis (52), Junimar (52), Zainal (50), Fitri Ramayani (29), Hengki (40), Netti (37), Zeni S. Marpaung (24), Meri Andani (30), Dafi Hamdani (12), Dylan Alfarizi (5), Darman (46), Yunefa (47), Ristika Salsabila (14), Zahara Hidayani (12), Yulia Fitria Ningsih (19), Anton Saputra (49), Rafa Saputra (20), Yesi Mulyani (45), Yusna (78), Idrus (84).
14 Korban dari Luar Padang Panjang
Daftar korban dari luar Padang Panjang: Agung Purnomo (Bukittinggi), Silvi Marta Putri (Kab. Solok), Robi Handaryo (Tanjung Emas), Rahayu Putri Anjani (Kab. Solok), Angger Raja Prakarsa (Payakumbuh), Gusrial (Payakumbuh), Satriadi (Kab. Pesisir Selatan), Johansa (Kab. Pesisir Selatan), Yoni Irizal (Kab. Pasaman), Riki Saputra (Tanah Datar), Nofi Hendri (Tanah Datar), M. Rafi Bakri (Limapuluh Kota), Elvarida Susanti (Pekanbaru), Yudi Gunaldi (TNI, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman).
Hingga kini, Pemerintah Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa proses pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI–Polri, relawan, serta unsur pemerintah kota.














