Kabarminang – Bagi masyarakat yang sering berkunjung ke Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Kota Padang, Sumatera Barat, kerupuk kuah tentu sudah tidak asing lagi. Jajanan tersebut kerap dijajakan di halaman dekat taman kawasan masjid.
Salah satu penjualnya adalah Resa (43), ibu tiga anak asal Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Ia mengaku berjualan di kawasan masjid karena tidak ada pemalakan dan kawasan tersebut ramai pengunjung.
Ia menyebut, pekerjaan berjualan kerupuk kuah keliling telah dilakukannya selama satu tahun terakhir. Pekerjaan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setelah suaminya yang bekerja sebagai sopir truk tangki CPO berhenti bekerja karena upah yang diterima tidak sebanding dengan jerih payahnya.
“Suami saya sebelumnya bekerja sebagai sopir truk tangki CPO. Setelah solar mulai langka, harus antre berjam-jam, kadang sampai seharian. Karena upahnya dibayar per trip, akhirnya penghasilannya tidak cukup hingga akhirnya berhenti,” ujarnya saat ditemui Sumbarkita di halaman masjid pada Selasa (11/8/2026).
Resa mengatakan, pendapatan yang diperolehnya setiap hari sekitar Rp60 ribu.
“Uang dari penjualan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan sekolah anak saya. Anak saya tiga dan semuanya sekolah. Alhamdulillah, banyak yang bilang kerupuk kuah saya enak. Kerupuk kuah ini saya bikin sendiri,” katanya.
Ia menyebut mulai berjualan pukul 14.00 WIB. Selain menawarkan kerupuk kuah, dirinya juga menjual beberapa bungkus teh es dan air mineral. Resa menyebut dagangannya dijual seharga Rp5 ribu.
Ia mengatakan, setelah tiba di lokasi, Resa tidak hanya menunggu pembeli. Ia sering berjalan mengelilingi lingkungan masjid untuk menawarkan dagangannya. Panas, hujan, kondisi jualan yang sepi, serta kondisi tubuh yang tidak selalu sehat menjadi bagian dari tantangan yang dihadapinya.














