“Saya masuk ke kelas dan meminta agar anak-anak keluar sebentar karena ada hal yang ingin saya bicarakan dengan N. Namun, saat itu respons yang saya terima kurang baik,” ujar D.
D menyebut bahwa emosinya yang sebelumnya sudah tertahan akhirnya memuncak hingga terjadi adu mulut seperti yang terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.
Ia juga keberatan dengan rekaman yang beredar. Menurutnya, video tersebut telah dipotong dan diedit sehingga tidak menggambarkan keseluruhan kejadian.
D mengatakan bahwa ia juga mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan N ke kepolisian. Selain itu, ia akan mempertimbangkan laporan terhadap pihak-pihak yang menurutnya ikut menyebarkan atau mengunggah video tersebut di media sosial.
Meski demikian, D menegaskan dirinya tidak bermaksud memperpanjang persoalan. Ia mengaku hanya ingin mendapatkan klarifikasi dari N perihal persoalan yang menjadi awal terjadinya cekcok tersebut.
“Saya hanya ingin N membuat video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf,” tuturnya.
Cekcok di Kelas
Sebelumnya, video amatir yang memperlihatkan cekcok antara guru pria dan guru perempuan di dalam ruang kelas MIN 6 Bayang beredar di WhatsApp dan media sosial.
Kepala MIN 6 Bayang, Kenedi Hakim, sebelumnya membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) pagi di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Pasar Baru, Asam Kumbang Km 7, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang.
















