Kamis, November 5, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Kabar Sumbar

Kasus Perusakan Pondok di Pasir Alai Pesisir Selatan Diduga Sarat Kepentingan, Masyarakat Kecewa dan Minta Keadilan

Okis Mardiansyah
Kamis, 14 November 2024 | 16:37
in Kabar Sumbar
Foto: masyarakat beserta keluarga tersangka kasus perusakan di Pasir Alai mendatangi kantor Pengadilan Negeri Painan untuk meminta keadilan terkait kasus tersebut.

Foto: masyarakat beserta keluarga tersangka kasus perusakan di Pasir Alai mendatangi kantor Pengadilan Negeri Painan untuk meminta keadilan terkait kasus tersebut.

Share on FacebookShare on Twitter

Menurutnya, sebelum kasus tersebut bergulir di ranah kepolisian, keluarga Sumarni pemilik rumah makan Serumpun Bambu pernah mengeluarkan bahasa bernada ancaman kepada masyarakat yang lewat di depan rumahnya dengan kata-kata, ‘walaupun keluarga kalian ada pangkat 5 di bahu, dia tidak akan bisa mencabut laporan tersebut’. Bahkan waktu itu, dia juga mengancam akan ada 5 orang lagi yang akan ditangkap dalam kasus tersebut.

“Saya sangat bermohon kepada penegak hukum di Pesisir Selatan agar bisa melihat kasus ini secara profesional. Saya berharap orang tua saya Iwes, adik saya Bima dan Raju bisa terlepas dari jeratan hukum saat ini,” katanya penuh harap.

Sementara itu, Rudi Trigandi (40) paman dari tersangka Raju (pelajar SMA) menjelaskan kronologi kejadian perusakan dan pembakaran pondok lesehan di Pasir Alai tersebut, ia bercerita kejadian tersebut berawal pada tanggal 13 April 2023 pada bulan puasa atau satu minggu menjelang lebaran Idul Fitri.

Kala itu, kata dia, seorang pedagang di Pasir Alai bernama Neneng (ponakan dari Salaudin) membeli karoke. Kemudian karoke tersebut disetel dengan bunyi kadang lambat, kadang keras. Kemudian dipanggil Heru (adik kandung Neneng) oleh Salaudin (suami Sumarni pemilik rumah makan Serumpun Bambu) dan diminta olehnya untuk mengecilkan volume karoke tersebut. Permintaan itu dituruti oleh Neneng. Namun beberapa hari kemudian, Salaudin masih tidak menerima, dengan alasan karoke tersebut mengganggu kakak dari istrinya yang sedang sakit bernama Si Yus.

Selang beberapa hari, keluarga rumah makan Serumpun Bambu mengambil tindakan dengan cara memagar jalan ke tempat wisata Pasir Alai dengan kawat dan dicor ke tanah, tepatnya di depan pondok Ujang (pedagang ikan). Melihat kondisi itu, pedagang Pasir Alai bersama pemuda dan tokoh masyarakat setempat meminta agar permasalahan Salaudin dengan Neneng diselesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa merugikan banyak pihak. Namun, keluarga rumah makan Serumpun Bambu tidak menghiraukannya. Selanjutnya, pedagang, pemuda beserta perwakilan tokoh masyarakat setempat berupaya dengan itikad baik menemui keluarga rumah makan Serumpun Bambu adik kandung Sumarni, yaitu Firdaus yang menjabat sebagai Kadis Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan berdomisili di Sago.

“Saat itu kami bermohon agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Kami meminta agar pagar tersebut dibuka kembali, karena hari mau lebaran Idul Fitri. Sebab, kami yakin beliau seorang yang berpendidikan dan dianggap bisa menengahi permasalahan tersebut. Saat kami menceritakan masalah tersebut, Firdaus sangat terkejut dan berkata, ‘maso iyo pasia nyo paga dek keluarga ambo? Bialah, bisuak hari Senin ambo pulang, ambo benahi bisuak’. Namun keluarga rumah makan Serumpun Bambu tidak pernah menggubris permohonan masyarakat tersebut, malahan dijawab dengan kata-kata kasar dan arogan,” kata Rudi.

Selanjutnya, pedagang bersama pemuda dan tokoh masyarakat setempat mencari solusi dengan mendatangi kantor Wali Nagari Amping Parak untuk berdiskusi bersama wali nagari dan perangkatnya.

“Kami bermohon agar persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Namun hal tersebut tidak juga menemui titik terang,” ucapnya lagi.


halaman 2 dari 3
Prev123Selanjutnya
Tags: Pesisir Selatan
ShareTweetPin

Berita Terkait

MTQN ke-XLII Solok Selatan Resmi Dibuka, 253 Peserta Ikuti 15 Kategori Perlombaan

MTQN ke-XLII Solok Selatan Resmi Dibuka, 253 Peserta Ikuti 15 Kategori Perlombaan

5 November 2026
Bukittinggi Masuk Lima Besar Keterbukaan Informasi Publik 2026, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Informatif

Bukittinggi Masuk Lima Besar Keterbukaan Informasi Publik 2026, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Informatif

5 November 2026
Keluhan Penumpang Lansia Jadi Sorotan, Dishub Padang Evaluasi Pelayanan Trans Padang

Keluhan Penumpang Lansia Jadi Sorotan, Dishub Padang Evaluasi Pelayanan Trans Padang

5 November 2026
Kabut Asap di Padang Memburuk, AQI Nyaris 1.000, PAUD hingga SMA Hentikan Belajar Tatap Muka

Indeks Pembangunan Manusia Sumbar Peringkat Keenam Nasional, Padang Tertinggi dan Mentawai Terendah

5 November 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumbar hingga 7 November, Ini Daerahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumbar hingga 7 November, Ini Daerahnya

5 November 2026
Galodo Kembali Terjang Solok, Listrik Padam dan Jalan Hanyut

Belajar dari Banjir Bandang November Tahun Lalu, Pakar Lingkungan: Alam Takambang Jadi Guru, Pinteh Sabalun Anyuik

5 November 2026
Next Post
Ngeri! Kasus Kekerasan Seksual di Pariaman Meningkat

Ngeri! Kasus Kekerasan Seksual di Pariaman Meningkat

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

5 Perusahaan Travel Umrah di Sumbar Tak Berizin Berangkatkan Jemaah, Ini Nama-Namanya

3 November 2026

Sepasang Kekasih di Sijunjung Digerebek Warga, Pria 18 Tahun Bersembunyi di Bawah Kasur

Sepasang Kekasih di Sijunjung Digerebek Warga, Pria 18 Tahun Bersembunyi di Bawah Kasur

1 November 2026

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

30 Oktober 2026

Pria di Agam Ditangkap karena Setubuhi Anak Kandung dan Anak Tiri, Korban Siswi SD dan SMP

Pria di Agam Ditangkap karena Setubuhi Anak Kandung dan Anak Tiri, Korban Siswi SD dan SMP

29 Oktober 2026

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

Lewat Jam Bertamu, Sepasang Mahasiswa di Padang Digerebek Warga dan Didenda 15 Sak Semen

2 November 2026

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

Butuh Uang Bayar Kos, PSK di Tanah Datar Minta Carikan Pelanggan, Muncikarinya Ditangkap

1 November 2026

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

Rumah Lansia di Tanah Datar Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp45 Juta Raib

2 November 2026

Berita Terkini

Bukittinggi Masuk Lima Besar Keterbukaan Informasi Publik 2026, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Informatif

Bukittinggi Masuk Lima Besar Keterbukaan Informasi Publik 2026, Ramlan Nurmatias Targetkan Predikat Informatif

5 November 2026

Keluhan Penumpang Lansia Jadi Sorotan, Dishub Padang Evaluasi Pelayanan Trans Padang

Keluhan Penumpang Lansia Jadi Sorotan, Dishub Padang Evaluasi Pelayanan Trans Padang

5 November 2026

Modus Tukar Uang, 2 WNA Diduga Bawa Kabur Rp3,5 Juta di Toko Pakaian Lima Puluh Kota

Modus Tukar Uang, 2 WNA Diduga Bawa Kabur Rp3,5 Juta di Toko Pakaian Lima Puluh Kota

5 November 2026

Baru Jemput 2,2 Kg Ganja dan 15,36 Gram Sabu-Sabu dari Pekanbaru, 2 Pemuda Ditangkap di Payakumbuh

Baru Jemput 2,2 Kg Ganja dan 15,36 Gram Sabu-Sabu dari Pekanbaru, 2 Pemuda Ditangkap di Payakumbuh

5 November 2026

Kabut Asap di Padang Memburuk, AQI Nyaris 1.000, PAUD hingga SMA Hentikan Belajar Tatap Muka

Indeks Pembangunan Manusia Sumbar Peringkat Keenam Nasional, Padang Tertinggi dan Mentawai Terendah

5 November 2026

Pria 39 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Padang Pariaman

Pria 39 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Padang Pariaman

5 November 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.