Kabarminang — Putusnya jembatan gantung Pelangai Gadang di Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, membuat ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa mengakses layanan publik menggunakan perahu karet. Jembatan yang rusak berat sejak tiga tahun lalu itu hingga kini belum dibangun kembali.
Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal Yuska, mengatakan 200 KK yang bermukim di satu sisi sungai harus menyeberang menggunakan perahu karet untuk ke sekolah, ke pasar, dan keperluan harian lainnya. Selain itu, katanya, sekitar 500 KK yang tinggal di seberang sungai juga bergantung pada perahu karet untuk mengurus administrasi ke kantor wali nagari serta mendapatkan layanan kesehatan di pusat kesehatan nagari (puskesri).
“Operasional perahu karet yang digunakan warga dilakukan secara swadaya. Warga tidak dipungut biaya untuk menyeberang, tetapi disediakan kotak sumbangan sukarela bagi operator perahu karet,” ujar Novermal pada Kamis (5/2/2026).
Novermal mengatakan bahwa perahu karet yang disediakan awalnya berjumlah dua unit. Namun, katanya, satu unit mengalami kebocoran akibat terkena besi bekas rangka jembatan gantung sehingga saat ini hanya satu perahu karet yang masih dapat digunakan sebagai penghubung antarkampung di Nagari Pelangai Gadang.
Novermal mengatakan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam satu nagari. Menurutnya, jalur alternatif sebenarnya ada, namun tidak terjangkau oleh kemampuan ekonomi warga.
“Jalan alternatif ada, tapi harus melingkar jauh sekitar 4 kilometer ke arah hulu sungai. Masyarakat tidak sanggup bayar sewa ojek yang sangat mahal,” ucap Novermal.
Novermal menjelaskan bahwa jembatan gantung Pelangai Gadang sudah berulang-ulang diterjang banjir besar. Ia menyebut bahwa masyarakat setempat beberapa kali melakukan gotong royong untuk memperbaiki kerusakan agar jembatan tetap bisa dilalui.
Namun, kata Novermal, banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada jembatan itu. Ia menyebut bahwa lantai jembatan hanyut terbawa arus, sementara sling baja penggantung menjulai ke dasar sungai sehingga jembatan tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki.















