Kabarminang – Warga Jorong Lubuk Rasam, Nagari Surian, Kabupaten Solok, mengaku kian terisolir akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Selain akses lumpuh, masyarakat menyebut ongkos ojek kini menembus Rp150 ribu sekali jalan tanpa ada kepastian solusi dari pemerintah.
Tak hanya memicu kekecewaan, kerusakan akses sepanjang 14 kilometer itu kini menjadi beban ekonomi serius bagi masyarakat. Warga menyebut ongkos ojek melonjak drastis hingga mencapai Rp150 ribu sekali jalan, karena kendaraan roda empat tidak mampu melintas.
Fetri Yulita (35), warga Jorong Lubuk Rasam, menegaskan hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.
“Kondisinya masih rusak parah. Belum ada upaya perbaikan sama sekali. Sampai detik ini tidak ada tindakan dari pihak Bupati maupun instansi terkait lainnya,” tegas Fetri kepada Sumbarkita, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi warga justru berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali hujan turun. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat tersendat, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga urusan sekolah anak.
“Kami sangat kecewa. Apakah pemerintah benar-benar memikirkan warganya?” tambahnya.
Warga menyebut, medan jalan yang hanya bisa ditembus sepeda motor membuat biaya transportasi melambung jauh dari tarif normal. Untuk keluar masuk jorong, masyarakat terpaksa mengandalkan ojek dengan tarif tinggi.
“Ongkos ojek bisa mencapai Rp150 ribu sekali jalan. Ini sangat memberatkan, apalagi untuk warga yang harus bolak-balik,” kata Fetri.
Keluhan serupa juga disampaikan Irawati (44). Ia menyebut masyarakat sebenarnya telah menempuh jalur administrasi sejak lama. Bahkan, surat permohonan pembebasan lahan hutan lindung demi pembangunan jalan telah dikirim secara berjenjang sejak 15 Januari 2016.
“Surat terbuka sudah kami tujukan ke wali nagari, bupati, gubernur, hingga presiden dan DPR RI. Namun sampai sekarang tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.
















