Kabarminang — Sebuah mobil pikap masuk jurang di Lurah Barangin, Jorong Koto Tangah, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Pasaman, pada Jumat (23/1/2026) pukul 1.00 WIB.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pasaman, Iptu Afrizal, mengatakan bahwa mobil itu ialah Mitsubishi L-300 bernomor polisi BA 8402 PE. Ia menginformasikan bahwa mobil tersebut dikemudikan oleh Rito Yulio (32), buruh harian lepas, warga Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Ia menyebut bahwa Rito membawa tiga rekannya, yaitu Thomas Adipa Nugraha, Hariadi, dan Edi Candra.
Perihal kecelakaan itu, Afrizal menceritakan bahwa Rito mengendarai mobil pikap dari arah Lubuk Sikaping menuju arah Bukittinggi. Setibanya di Lurah Barangin, ia berpapasan dengan truk. Saat mobil menikung ke kiri, ban belakangnya masuk ke jurang sehingga kendaraan tersebut terguling ke jurang.
Akibat kecelakaan itu, kata Afrizal, para korban hanya luka ringan dan tidak dibawa ke rumah sakit.
“Hanya mobil mereka yang rusak dengan nilai sekitar Rp5 juta,” ujar Afrizal kepada Kabarminang.com.
Sementara itu, pengendara mobil pikap itu, Rito, mengatakan bahwa ia berangkat dari Simpang Dingin, Andilan, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto, Pasaman. Ia membawa manggis yang dibeli dari Andilan dan dibawa ke Kota Payakumbuh.
Setelah mobilnya masuk jurang, kata Rito, ia dan teman-temannya keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri menuju ke atas jalan. Ia menyebut bahwa untuk keluar dari jurang, mereka dibantu oleh oleh rekan pada mobil lain, yang juga membawa manggis dari tempat yang sama ke Kota Payakumbuh. Setelah keluar dari dalam jurang sedalam kurang lebih 5 meter itu, ia dan teman-temannya berjalan kaki ke warung di pinggir jalan itu untuk beristirahat.
“Kami hanya luka lebam, tidak luka parah,” ucap Rito kepada Kabarminang.com.
Sementara itu, mobil pikap, kata Rito, dievakuasi oleh warga setempat dan dibantu oleh mobil petugas kebersihan Pasaman pukul 12.00 WIB.
Akibat kecelakaan itu, kata Rito, ia rugi sekitar Rp15 juta. Ia menerangkan bahwa kerugian itu terdiri atas kerusakan mobil, yang 50 persen kepalanya rusak, dan kerugian dari membeli manggis.
“Manggis itu tidak dapat diselamatkan dari jurang sehingga kami tinggalkan saja,” tutur Rito.













