Kabarminang — Gunung Marapi erupsi pada Minggu (31/8) pukul 19:33 WIB. Tinggi kolom abu pada erupsi kali ini teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.691 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.2 mm dan durasi kurang lebih 56 detik,” kata Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi. Ia meminta masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (kawah Verbeek) Gunung Marapi.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” ujarnya.
Apabila terjadi hujan abu, kata Ahmad, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
“Semua pihak diminta menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” tuturnya.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram @pvmbg_),” katanya.