Menurut Armen, masyarakat memiliki sistem peringatan dini sederhana. Jika terdengar dentuman atau ada informasi longsor dari kawasan Kelok 28, pemuda setempat akan memukul tiang listrik sebagai tanda bahaya agar warga segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi pengungsian.
Adapun lokasi pengungsian sementara disiapkan di Masjid Al-Ihsan Gasang dan Masjid Raya Maninjau.
“Hingga saat ini, tercatat 4 rumah mengalami rusak berat, serta puluhan rumah lainnya mengalami rusak ringan. Data tersebut masih bersifat sementara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” sebutnya.
Selain merusak rumah warga, galodo juga berdampak pada lahan pertanian masyarakat dengan luasan sekitar lima hektare. Material banjir bandang menutupi badan jalan dan permukiman warga, bahkan sempat menimbun alat berat yang digunakan dalam proses pembersihan.
Saat ini, pembersihan material galodo dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya. Sementara itu, jalur utama Bukittinggi–Lubuk Basung untuk sementara tidak dapat dilalui karena tertimbun material galodo dan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.















