Kabarminang – Galodo atau banjir bandang menerjang Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Kamis (1/1/2026) dini hari, bertepatan dengan momen pergantian tahun. Peristiwa tersebut berdampak pada permukiman warga, lahan pertanian, serta akses jalan utama.
Wali Nagari Maninjau, Armen Yasmin, mengatakan galodo dipicu oleh longsor yang terjadi di kawasan Kelok 28 sekitar pukul 22.25 WIB. Longsoran tanah dari tebing jatuh ke aliran Sungai Batang Pisang dan terbawa arus hingga ke wilayah permukiman warga di Maninjau.
Material longsor dari Kelok 28 masuk ke aliran Sungai Batang Pisang dan terbawa arus ke hilir.
Material berupa bebatuan, kayu, dan lumpur tersebut kemudian menumpuk di kawasan Kampung Kubuak, tepatnya di sekitar bendungan yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan pertanian. Akibat tersumbatnya aliran sungai, air meluap dan menggenangi permukiman penduduk.
“Akibat tersumbat material banjir bandang, air sungai meluap dan masuk ke kawasan permukiman penduduk,” ujarnya kepada Sumbarkita.
Dia bilang sebelum galodo terjadi, kondisi cuaca di kawasan Maninjau terpantau cerah dan tidak turun hujan. Meski demikian, warga tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah tersebut sebelumnya juga pernah dilanda banjir bandang.
Armen menjelaskan, sejak kejadian galodo sebelumnya, warga rutin melakukan gotong royong membersihkan material banjir dari lingkungan permukiman, terutama saat kondisi dinilai rawan. Sebelum galodo susulan terjadi, sebagian warga yang rumahnya berada di zona terdampak telah lebih dulu mengungsi ke tempat aman.
“Pada malam hari, pemuda bersama warga tetap melakukan pemantauan kondisi lapangan,” katanya.















