Kabarminang – Pelaksanaan Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat SD/MI se-Kota Pariaman yang digelar di Halaman Kantor Camat Pariaman Selatan sejak Selasa hingga Kamis (10-12 Februari 2026), resmi ditutup oleh Wali Kota Pariaman yang diwakilkan kepada Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, Kamis (12/2/2026) siang.
Dalam festival tersebut, sejumlah sekolah berhasil meraih prestasi. Juara I diraih SDN 04 Batang Tajongkek, Juara II SDN 05 Kampung Pondok, Juara III SDN 05 Tungkal Utara. Sementara itu, Harapan I jatuh kepada SDN 08 Kampung Jawa I, Harapan II SDN 01 Pauh Kurai Taji, dan Harapan III SDN 08 Marunggi.
Penghargaan khusus juga diberikan, yaitu Juara Favorit diraih SDN 06 Punggung Lading, Vocal Terbaik SDN 03 Naras Hilir, serta Instrumen Terbaik dan Kostum Terbaik diraih SDN 04 Batang Tajongkek.
Hertati Taher menyampaikan apresiasi dari Walikota Pariaman dan jajaran Disdikpora atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai mampu membangkitkan kembali syiar Islam, khususnya ber-qasidah rebana di kalangan generasi muda.
“Hal ini sangat sejalan dengan visi misi Bapak Walikota Pariaman melalui program Risalah, yakni Beriman, Saleh, dan Berakhlak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan generasi muda Kota Pariaman berkemampuan di bidang agama Islam dan menanamkan nilai akhlak yang baik demi masa depan mereka,” ujar Hertati.
Ia berharap festival semacam ini bisa terus digelar, bahkan dalam skala yang lebih besar hingga tingkat provinsi maupun nasional, dengan dukungan seluruh kepala sekolah SD/MI di Kota Pariaman. Hertati juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dalam melestarikan nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau, agar menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa.
Sementara itu, Ketua K3S Pariaman Selatan sekaligus Ketua Panitia Festival Qasidah Rebana Klasik, Afdhal Fuady, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh SD/MI dan SD IT yang telah berpartisipasi aktif.
“Karena ini baru pertama kali digelar, tentu masih banyak kekurangan. Namun kami telah berupaya maksimal dan menghargai usaha masing-masing sekolah dengan melibatkan dewan juri dari tim seleksi penilai Qasidah Rebana Nasional,” kata Afdhal.
















