Kabarminang – Banjir yang melanda Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, terus meluas hingga Selasa (17/3/2026) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, dampak bencana kini menjangkau enam jorong dengan ratusan rumah warga terendam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya, Suherman Junaidi, menyebutkan bahwa berdasarkan data terbaru, sebanyak 160 unit rumah yang dihuni 194 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Total warga yang terkena dampak mencapai 556 jiwa.
“Data terbaru di Nagari Taratak Tinggi kini mencakup enam jorong dengan total 194 KK dan 556 jiwa. Angka ini meningkat dari laporan awal yang sebelumnya hanya mencatat 402 jiwa di tiga jorong,” ujarnya.
Ia merinci, wilayah dengan dampak terluas berada di Jorong Gunung Talang dengan 75 KK, 58 rumah, dan 185 jiwa terdampak. Disusul Jorong Marga Jaya dengan 44 KK, 32 rumah, dan 136 jiwa, serta Jorong Sakato dengan 31 KK, 31 rumah, dan 89 jiwa.
Selanjutnya, banjir juga merendam Jorong Marga Makmur II dengan 25 KK, 21 rumah, dan 81 jiwa, Jorong Marga Makmur III dengan 10 KK, 9 rumah, dan 40 jiwa, serta Jorong Sakato II dengan 9 KK, 9 rumah, dan 25 jiwa.
Banjir dipicu oleh hujan deras sejak pagi hari yang menyebabkan Sungai Batang Timpeh meluap sekitar pukul 08.30 WIB. Selain merendam permukiman warga, luapan air juga menggenangi fasilitas pendidikan dan memutus akses jalan penghubung, dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter.
Meski berdampak luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim reaksi cepat telah disiagakan untuk melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak.
“Alhamdulillah, sore ini kondisi sudah mulai surut dan hujan sudah reda. Warga mulai membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing,” kata Suherman.
















