“Di Nagari Kampung Tengah Tapan, sebagian besar rumah warga terendam banjir cukup tinggi dan tim terus menyisir lokasi menggunakan perahu karet,” jelas Hendri.
Dalam proses penyisiran tersebut, petugas dilaporkan masih berupaya menyelamatkan seorang warga bernama Bapak Apriz yang sempat terjebak rumahnya yang terletak di pinggiran sungai.
Terkait dampak kerusakan fisik, Hendri memastikan bahwa empat buah rumah berkonstruksi papan dilaporkan hanyut terseret arus deras sungai.
”Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini,” tegas Hendri.
Selain merendam permukiman, bencana banjir ini juga memicu kerusakan infrastruktur vital di jalur penghubung antarwilayah.
”Di Nagari Talang Belarik Tapan pada jalur nasional Tapan menuju Sungai Penuh Jambi, badan jalan mengalami abrasi parah dan nyaris longsor sehingga berpotensi memutus total akses transportasi darat,” tutup Hendri.


















