Keluar dari Perang Harga
Rodi menyebut strategi branding yang tepat dapat membantu UMKM keluar dari persaingan berbasis harga dan perang diskon yang berpotensi menekan margin keuntungan.
“Produk bersaing dengan harga, sedangkan brand bersaing dengan nilai. Diskon membuat orang mencoba, tetapi nilai membuat orang kembali,” ungkap lulusan Magister Ekonomi tersebut.
Untuk memudahkan pelaku UMKM menerapkan strategi branding, Rodi memperkenalkan TRUST Branding Framework yang terdiri dari lima elemen utama, yakni Trust (Kepercayaan), Relevance (Kesesuaian), Uniqueness (Keunikan), Story (Naratif), dan Transformation (Transformasi).
Kerangka tersebut mendorong pelaku usaha menjaga kualitas layanan secara konsisten dan jujur, menjawab kebutuhan konsumen, menunjukkan keunggulan yang membedakan produk, membangun cerita di balik produk, serta mengubah pelanggan menjadi konsumen yang loyal.
Rodi mengatakan konsep tersebut juga diperolehnya dari pengalaman mengembangkan Sate Sutan Mudo. Usaha tersebut, kata dia, dibangun dari modal terbatas, melewati berbagai kegagalan, hingga akhirnya mampu membuka jaringan cabang dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Orang datang pertama kali karena penasaran, tetapi orang akan kembali lagi secara konsisten karena percaya,” ujar Rodi.
Ia menambahkan, membangun reputasi brand tidak selalu membutuhkan modal besar. Pelaku UMKM dapat memulainya melalui langkah sederhana, seperti mengenali profil pelanggan, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan kanal digital secara terencana.
Menurutnya, platform seperti Instagram, Google Business, WhatsApp Business, dan TikTok tidak seharusnya hanya digunakan sebagai etalase untuk berjualan. Platform tersebut juga dapat menjadi ruang interaksi bagi pelanggan untuk menilai konsistensi sebuah usaha.
“Yang bertahan bukan yang paling besar atau paling murah, melainkan yang paling dipercaya. Jika kita konsisten menghadirkan nilai, suatu hari nanti pelanggan yang akan mencari brand kita,” tutup Rodi optimis.















