Kabarminang — Seorang pria dikepung oleh sekitar seribu warga di Jorong Sawah Kareh, Nagari Belimbing, Kecamatan Rambatan, Tanah Datar, pada Rabu (11/3/2026) hingga Kamis (12/3/2026) dini hari karena dituduh sebagai maling sapi.
Kepala Polsek Rambatan, AKP Saipul Anwar, mengatakan bahwa pria itu bernama Anton (47 tahun), wiraswasta, warga Nagari Panti, Kecamatan Panti, Pasaman. Ia menyebut bahwa pria itu bukan maling sapi, tetapi justru ingin membantu warga untuk mencari pencuri sapi.
“Dia datang ke Jorong Sawah Kareh atas permintaan temannya, orang Sawah Kareh. Menurut temannya, pria itu punya kemampuan supranatural sehingga dianggap pandai menerawang. Karena itu, temannya meminta pria tersebut untuk mencari pencuri sapi yang selama ini meresahkan masyarakat setempat dan dianggap bisa menghilang. Dia mau membantu temannya untuk mencari pencuri sapi karena pernah ditolong ketika dia kehilangan motor di Sawah Kareh. Temannya itu berhasil menemukan motor pria tersebut,” tutur Saipul kepada Kabarminang.com.
Saipul mengatakan bahwa masyarakat di Nagari Belimbing dan Nagari Simawang sering berpatroli dan ronda untuk mengantisipasi pencurian ternak karena sejumlah sapi di kedua nagari itu dicuri beberapa waktu yang lalu. Saat warga Jorong Sawah Kareh mencari maling sapi sekitar pukul 23.00 WIB, kata Saipul, pria tersebut ikut mencari.
“Karena ia orang baru dan asing bagi warga setempat, ada orang yang mencurigai dan menuduhnya sebagai maling sapi. Setelah itu, warga membawanya ke sebuah warung untuk diinterogasi. Kabar tentang adanya orang yang disebut sebagai maling sapi ditangkap itu menyebar dengan cepat. Maklum, warga sudah geram terhadap maraknya pencurian sapi belakangan ini, tetapi pelakunya tidak ditemukan. Warga berdatangan untuk melihat pencuri sapi yang tertangkap. Ada sekitar seribu warga yang mengepung warung itu karena saking banyaknya,” ucap Saipul.
Setelah diinterogasi polisi, kata Saipul, orang yang diamankan itu tidak terbukti sebagai maling sapi, tetapi justru ingin membantu warga untuk mencari pencuri sapi. Namun, kata Saipul, warga tidak percaya terhadap jawaban pria itu, bahkan setelah Komandan Rayon Militer Tanjung Emas dan Wali Nagari Belimbing menyampaikan kepada warga bahwa orang itu bukan maling sapi.
Saipul mengatakan bahwa pihaknya kemudian membawa pria itu ke Markas Polsek Rambatan pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 2.30 WIB untuk diamankan karena situasi panas sebab warga geram terhadap pria yang dituduh sebagai maling sapi itu.
Pada Kamis pagi, kata Saipul, keluarga pria tersebut sudah datang ke Markas Polsek Rambatan untuk menjemputnya. Pihaknya sudah membolehkan pria itu pulang. Meski demikian, pihaknya menunggu kedatangan wali nagari, kepala jorong, dan ketua pemuda untuk mengetahui pembebasan pria tersebut agar polsek tidak dituduhkan melepaskan terduga maling sapi tanpa sepengetahuan pemerintah nagari setempat.
















