Kabarminang – Seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun asal Jorong Sikinjang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, meninggal dunia dan diduga terinfeksi virus rabies. Korban menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Puskesmas Sangir.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Solok Selatan, Irwan Supriadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban menunjukkan sejumlah gejala yang mengarah pada rabies sebelum meninggal dunia.
“Korban meninggal di Puskesmas Sangir dan diduga terpapar virus rabies. Sebelum meninggal, korban memperlihatkan gejala seperti penderita rabies, di antaranya gangguan saat berjalan,” ujar Irwan saat dihubungi Sumbarkita, Sabtu (10/1/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Solok Selatan, korban diketahui pernah digigit anjing sekitar lima bulan sebelum meninggal dunia. Namun, peristiwa gigitan tersebut tidak pernah dilaporkan ke puskesmas maupun puskeswan.
“Korban memang pernah digigit anjing sekitar lima bulan lalu. Sayangnya, saat itu tidak ada laporan ke puskesmas atau puskeswan,” katanya.
Irwan menjelaskan, anjing yang menggigit korban merupakan hewan peliharaan korban sendiri. Setelah kejadian gigitan, anjing tersebut diketahui mati beberapa waktu kemudian. Namun, kematian hewan tersebut juga tidak dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Saat kejadian, luka gigitan berada di bagian kaki. Anjing peliharaan korban kemudian mati, tetapi tidak ada laporan yang masuk,” jelasnya.
Selama lebih dari lima bulan setelah gigitan, korban tidak menjalani pemeriksaan medis maupun menerima vaksin anti rabies. Gejala baru muncul menjelang korban dibawa ke Puskesmas Sangir pada 7 Januari 2026.
“Dalam rentang waktu tersebut tidak ada tindakan medis maupun observasi terhadap hewan yang menggigit korban,” tambah Irwan.
Dinas Peternakan Solok Selatan memastikan hingga saat ini tidak ditemukan korban lain dalam kasus dugaan rabies tersebut.
“Sejauh ini hanya satu orang yang terdata. Tidak ada laporan korban lain,” tutupnya.















