Kabarminang – Suasana dini hari di Bukit Sebelah, Kecamatan Tanjung Gadang, biasanya lengang. Namun pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 02.30 WIB, ketenangan itu pecah ketika sebuah Bus Family Raya BH 7998 FU yang membawa 21 penumpang kehilangan kendali dan masuk ke jurang sedalam sekitar 10 meter.
Menurut Kasat Lantas Polres Sijunjung, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subranta, bus tersebut datang dari arah Kiliran Jao menuju Solok. Saat itu, bus melaju dengan kecepatan sedang menembus gelapnya malam. Jalanan menanjak di kawasan Bukit Sebelah menjadi titik krusial yang kemudian mengubah perjalanan mereka.
Setiba di tanjakan itu, mesin bus mendadak mati. Tenaganya hilang seketika.
“Bus itu mogok secara tiba-tiba,” tutur Agung.
Beberapa detik kemudian, bus mulai bergerak mundur. Perlahan pada awalnya, namun semakin cepat karena berat kendaraan tak lagi tertahan di tanjakan. Saat itu, menurut Agung, sopir dan penumpang tidak memiliki banyak waktu untuk bereaksi.
“Bus mundur lalu masuk ke jurang sebelah kiri dari arah Solok menuju arah Kiliran Jao,” katanya.
Dalam hitungan detik, bus terperosok ke jurang sedalam sekitar 10 meter. Akibat kejadian tersebut, lima penumpang dan satu sopir mengalami luka-luka. Mereka berasal dari Payakumbuh, Batang Hari Jambi, dan Tanah Datar. Sementara itu, penumpang bernama Aninda Shaqueena Humaira, anak berusia empat tahun asal Batang Hari, tidak tertolong dan meninggal di RSUD Sijunjung.
Proses evakuasi dilakukan bertahap. Para korban dibawa ke Puskesmas Sungai Lansek, Puskesmas Tanjung Gadang, serta RSUD Sijunjung. Penumpang lain yang selamat dipindahkan ke kendaraan berbeda untuk melanjutkan perjalanan setelah kejadian tersebut.
Hingga kini, bus roda enam itu masih berada di dasar jurang dan menunggu proses evakuasi. Sementara aparat terus mengidentifikasi penyebab pasti mogoknya mesin yang memicu tragedi dini hari itu.













