Kondisi ini membuat kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD mengalami tekanan psikologis. Mereka mulai mempertanyakan keberadaan sang ayah dan merasa diabaikan.
Desakan Pemecatan dan Evaluasi Internal
Kasih menilai, perilaku IRP tidak hanya merugikan keluarganya, tetapi juga mencoreng nama baik institusi Kejaksaan.
“Kalau dia bukan jaksa, apakah masih ada perempuan yang mau dengannya? Saya minta Kejaksaan tegas. Pecat saja kalau terbukti bersalah. Jangan hanya karena pakai seragam, semua kesalahan ditutup-tutupi,” tegas Kasih.
Kasih juga mengaku sudah mengirimkan surat ke Kejaksaan Agung untuk meminta peninjauan ulang hukuman disiplin IRP dan proses penerbitan izin perceraian.
“Saya ingin keadilan. Saya ingin anak-anak saya tahu bahwa hukum di negeri ini masih bisa melindungi mereka,” katanya.
Sumbarkita belum memperoleh keterangan atau jawaban IRP dari pengakuan istrinya tersebut. Keterangan dan klarifikasi IRP akan diterbitkan melalui berita selanjutnya.