Kabarminang — Bunga bangkai yang mekar di Jorong Tigo Balai, Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, tidak tumbuh secara alami. Bunga itu ditanam oleh pemilik lahan tiga tahun lalu.
Pemilik lahan, Fadil Akbar, mengungkapkan bahwa bunga bangkai tersebut tidak tumbuh sendiri di lahannya. Ia menjelaskan bahwa tanaman itu berasal dari dua tunas seperti umbi yang ditanam di belakang rumah oleh ayahnya sekitar tiga tahun lalu.
Dua tunas itu, kata Fadli, sebesar jari jempol, dibawa ayahnya dari Sijunjung saat pulang kampung. Ia menyebut bahwa tunas itu ditemukan ketika ayahnya pergi ke hutan untuk mencari buah simauang.
“Waktu itu ayah saya menemukan dua buah berbentuk umbi. Ayah tahu itu tunas bunga bangkai yang bisa dimanfaatkan, tapi belum tahu bahwa tunas itu bisa tumbuh sampai menjadi bunga bangkai seperti ini,” katanya kepada Kabarminang.com pada Jumat (23/1).
Fadli mengatakan bahwa bunga bangkai itu mulai mekar sejak Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat mekar, katanya, tinggi bunga tersebut kurang lebih 1,9 meter.
Sebelum mekar, kata Fadli, bunga itu hanya tumbuh batangnya, tidak pernah mekar. Selama ini, katanya, bunga itu sudah tiga kali mati dan tumbuh Kembali.
“Ini baru pertama kali mekar. Itu pun hanya satu tunas. Yang satu lagi tidak tidak mekar,” tuturnya.
Fadil mengatakan bahwa ia menanam tunas bunga bangkai itu tanpa perawatan apa pun. Ia membiarkan saja tuans itu tumbuh setelah menanamnya.
















