Kabarminang — Seekor beruang madu menyerang warga dan petugas di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sabtu (14/2/2026) dan Minggu (15/2/2026).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar), Antonius Vevri, mengatakan bahwa setelah menerima laporan dari pemerintah nagari, tim turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Awal kejadian beruang menyerang petani di sawah hingga ada tiga korban. Saat penghalauan, beruang sempat menyerang petugas satu orang,” tuturnya kepada Kabarminang.com pada Senin (16/2/2026).
Antonius menginformasikan bahwa warga yang diserang bernama Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak. Ia menyebut bahwa korban terluka pada tangan dan kaki. Ia mengatakan bahwa semua korban yang diserang dibawa ke RSUD Pasaman Barat.
Antonius mengatakan bahwa hari ini merupakan hari ketiga pihaknya menangani masalah beruang yang menyerang warga karena beruang itu belum ditangkap warga.
Untuk menangani masalah beruang itu, Antonius menjelaskan bahwa bahwa pihkanya melakukan patroli di sekitar lokasi kemunculan satwa, penghalauan, dan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat setempat. Pihaknya melakukan langkah tersebut untuk meminimalkan potensi pertemuan langsung antara warga dan beruang tersebut.
Selain itu, kata Antonius, tadi malam pihaknya meningkatkan intensitas penanganan dengan menambah pemasangan kandang jebakan di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya melakukan hal itu sebagai upaya pengamanan dan pengendalian satwa agar tidak kembali memasuki area aktivitas warga.
Antonius menyatakan bahwa kondisi terkini di lokasi kejadian berangsur kondusif. Meski demikian, pihaknya bersama pemerintah nagari dan masyarakat tetap melakukan berbagai upaya lanjutan guna memastikan situasi tetap terkendali.
















