Kabarminang – Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga awal Januari 2026 masih menyisakan dampak besar bagi masyarakat. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, jumlah pengungsi masih mencapai ratusan ribu jiwa, dengan sebaran terpadat berada di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
Berdasarkan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor BNPB yang diperbarui pada Sabtu (3/1/2026), total pengungsi tercatat mencapai sekitar 381.100 jiwa, tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi.
Sebaran Pengungsi Terbesar
Wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi masih didominasi kabupaten di Aceh. Aceh Utara menjadi daerah dengan pengungsi terbanyak, mencapai sekitar 166.900 jiwa. Posisi kedua ditempati Aceh Tamiang dengan sekitar 115.000 jiwa pengungsi.
Selain itu, sejumlah daerah lain juga mencatat jumlah pengungsi signifikan, antara lain:
- Gayo Lues: sekitar 17.800 jiwa
- Bireuen: sekitar 17.600 jiwa
- Pidie Jaya: sekitar 14.800 jiwa
- Aceh Tengah: sekitar 11.800 jiwa
- Aceh Timur: sekitar 7.000 jiwa
- Tapanuli Selatan: sekitar 4.700 jiwa
- Agam: sekitar 4.300 jiwa
- Tapanuli Tengah: sekitar 4.200 jiwa
Besarnya jumlah pengungsi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam penyediaan hunian sementara, logistik, layanan kesehatan, serta pendidikan bagi warga terdampak.
Kerusakan Infrastruktur Ikut Membebani Pengungsian
Selain dampak sosial, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur yang cukup masif. Total 178.479 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 52.303 rumah rusak berat, 43.933 rumah rusak sedang, dan 82.243 rumah rusak ringan. Kerusakan fasilitas umum turut memperpanjang masa pengungsian warga.
Di sektor layanan publik, tercatat 215 fasilitas kesehatan rusak, 3.188 fasilitas pendidikan terdampak, 803 rumah ibadah rusak, serta puluhan jembatan dan ruas jalan terputus, sehingga memperlambat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah.
Sementara itu, BNPB juga mencatat dampak kemanusiaan yang serius. Hingga pembaruan data terakhir, sebanyak 1.157 orang meninggal dunia, 165 orang dilaporkan hilang, dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat banjir dan longsor di berbagai daerah terdampak.













