Kabarminang – Bank Nagari kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan “Popular Digital Products Award 2026” dari The Iconomics sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan pengembangan produk digital yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.
Penghargaan tersebut dianugerahkan pada 26 Februari 2026 di Gedung Serbaguna Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam sebuah ajang yang diselenggarakan oleh The Iconomics.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra mengatakan capaian ini menjadi bukti keberhasilan Bank Nagari dalam menghadirkan produk dan layanan digital yang kian diminati masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Nagari terus melakukan penguatan pada sektor digital untuk menjawab perubahan perilaku nasabah yang semakin bergantung pada teknologi dalam bertransaksi.
Menurutnya penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan inovasi layanan berbasis digital.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital yang kami lakukan mendapat respons positif dari masyarakat. Kami terus berupaya menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, dan dapat diakses kapan saja melalui berbagai kanal digital,” ujar Gusti, ditulis Senin (30/3).
Ia menambahkan, penguatan layanan digital menjadi salah satu fokus utama Bank Nagari dalam menghadapi dinamika kebutuhan nasabah di era modern.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan fitur dan layanan digital yang lebih inovatif serta meningkatkan kualitas pengalaman nasabah. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk menjadi bank daerah yang modern, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
Bank Nagari dalam beberapa tahun terakhir juga terus memperluas ekosistem digitalnya, termasuk melalui pengembangan aplikasi mobile banking serta optimalisasi berbagai layanan elektronik yang mendukung kemudahan transaksi bagi nasabah.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Nagari optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan digital sekaligus memperluas inklusi keuangan, khususnya di Sumatera Barat dan Indonesia secara umum.
















