Kabarminang – Banjir yang merendam SMP Negeri 41 Padang di Jalan Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) menyisakan lumpur tebal di halaman dan sejumlah area sekolah.
Pembersihan dilakukan pada Minggu (11/10/2026) agar lingkungan sekolah kembali layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pantauan Sumbarkita di SMPN 41 Padang sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu, air banjir telah surut. Namun, lumpur masih menutupi halaman dan beberapa bagian lingkungan sekolah sehingga perlu dibersihkan sebelum pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Sejumlah guru bersama beberapa murid terlihat bergotong royong membersihkan sisa lumpur. Mereka berupaya memulihkan kondisi lingkungan sekolah setelah banjir yang terjadi akibat hujan deras di Kota Padang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 41 Padang direncanakan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (12/10/2026).
“Pembelajaran jarak jauh menjadi langkah sementara hingga kondisi lingkungan sekolah memungkinkan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka,” ujar Yopi.
Rencana penerapan PJJ tersebut mempertimbangkan kondisi sekolah yang masih membutuhkan penanganan pascabanjir. Pembersihan perlu dilakukan agar lingkungan belajar kembali aman dan layak digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Selain penanganan sisa banjir, Yopi mengungkapkan dugaan perubahan kondisi permukaan jalan di sekitar sekolah yang berpengaruh terhadap arah aliran air menuju lingkungan SMPN 41 Padang.


















