Setengah jam kemudian atau sekitar pukul 15.30 WIB, genangan mulai surut. Warga yang rumahnya terdampak langsung membersihkan lumpur yang tertinggal di dalam rumah. Emi bersama dua anaknya tampak membersihkan lantai rumah mereka dari endapan lumpur.
Di lokasi, tebing sungai juga terlihat mengalami pengikisan akibat derasnya arus. Emi mengatakan bagian tebing di depan rumahnya belum dipasang batu bronjong sehingga rawan tergerus saat debit sungai meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dikhawatirkan dapat mengancam rumah warga apabila terjadi luapan sungai yang lebih besar di masa mendatang.
Warga lainnya, Asnidar (55), mengaku pasrah menghadapi banjir yang kembali merendam rumahnya. Ia menyebut peristiwa kali ini bukan yang pertama.
Menurut Asnidar, rumahnya sudah tujuh kali terdampak banjir dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, rumah tersebut baru saja selesai dibersihkan agar kembali nyaman ditempati.
“Sehabis masak, pas sedang makan, masuk air,” katanya.
Tidak hanya rumah, sawah milik Asnidar yang rencananya akan ditanami juga tertimbun lumpur akibat banjir tersebut.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi permanen untuk mengatasi banjir yang terus berulang di kawasan Pasar Lalang sehingga warga tidak lagi harus berulang kali membersihkan rumah dan lahan mereka setelah hujan deras mengguyur Kota Padang.
















