Kabarminang — Banjir menggenangi lima nagari di Kabupaten Solok pada Jumat (2/1) setelah waktu salat Jumat. BPBD setempat mengevakuasi warga yang berpotensi terdampak banjir karena luapan air sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengatakan bahwa kelima nagari yang dilanda banjir itu ialah Saniang Baka di Kecamatan X Koto Singkarak, Paninggahan dan Muaro Pingai di Kecamatan Junjung Sirih, serta Selayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung.
“Nagari Saniang Baka menjadi wilayah dengan dampak paling parah akibat luapan air sungai,” ujar Khairul pada Sabtu (3/1).
Selama banjir berlangsung, kata Khairul, pihaknya mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai ke tempat aman untuk mengantisipasi agar mereka tidak terdampak luapan air sungai. Namun, karena air cepat surut dan situasi dinilai aman, katanya, warga kembali ke rumah masing-masing pada malam hari.
Khairul menginformasikan bahwa banjir itu menggenang beberapa ruas jalan, termasuk jalan provinsi yang menghubungkan Sumani dan Laing Malalo.
Khairul menyebut bahwa banjir itu terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu singkat. Ia mengatakan bahwa tingginya curah hajan itu mengakibatkan debit air sungai meningkat, lalu meluap.
Khairul mengungkapkan bahwa material banjir sebelumnya di dasar sungai memperparah situasi. Ia menyebut bahwa endapan material tersebut menyebabkan pendangkalan sungai dan mengurangi kapasitas aliran air.
“Masih ada material sisa banjir yang menumpuk di sungai yang membuat alirannya dangkal. Ketika hujan deras, air tidak tertampung dan akhirnya meluap kembali,” ucapnya.
















