Ketua Tim Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan BDI Padang, Wahyu Ramdhani, mengatakan lembaganya mulai menyesuaikan fokus program pelatihan vokasi pada 2025. Penyesuaian tersebut diarahkan pada penguatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan mitra industri.
“Skema pelatihan vokasi kami kini berfokus pada penguatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diselaraskan dengan kebutuhan lembaga mitra industri,” ujar Wahyu, Senin (12/10/2026).
Selain pelatihan vokasi, BDI Padang mengembangkan program kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas SDM di tingkat manajerial. Program tersebut dikemas dalam berbagai kegiatan, seperti seminar, lokakarya, dan bootcamp.
“Pelatihan kewirausahaan kami kemas dalam bentuk seminar, workshop, hingga bootcamp melalui kolaborasi intensif bersama perguruan tinggi dan instansi terkait,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, BDI Padang juga menjalankan layanan inkubator bisnis untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun dengan tujuan membantu wirausaha mengembangkan usaha dan masuk ke dalam ekosistem industri.
“Inkubasi bisnis dijalankan secara bertahap sepanjang tahun untuk mendampingi wirausaha agar mampu tumbuh dan masuk ke dalam ekosistem industri,” ungkapnya.
Dalam pendampingan industri, BDI Padang turut memfasilitasi penerapan standar keamanan dan mutu produk olahan, termasuk Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
“Kami memfasilitasi pendampingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta sertifikasi HACCP sesuai regulasi Kementerian Perindustrian,” tuturnya.



















