Nafka mengatakan, pelatihan BDI Padang dapat dilaksanakan di balai maupun di berbagai daerah sesuai kebutuhan. Jangkauan pelatihan tersebut mencakup 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta sejumlah provinsi lain.
“Pelatihan dapat digelar di unit balai kami maupun secara langsung di 19 kabupaten dan kota se-Sumbar, hingga provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Kepulauan Riau, dan daerah lainnya,” tuturnya.
Pelaksanaan program didukung instruktur dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi industri, akademisi, hingga widyaiswara internal BDI Padang.
“Instruktur kami berasal dari praktisi industri, akademisi, serta widyaiswara internal BDI Padang yang berpengalaman di bidangnya,” terang Nafka.
Dari sisi pembiayaan, Nafka menjelaskan bahwa layanan BDI Padang mengacu pada regulasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta skema kemitraan strategis dengan berbagai pihak.Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah program pelatihan calon tenaga kerja migran bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat.
“Kami membuka kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya program pelatihan calon tenaga kerja migran bersama BP3MI Sumatera Barat,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal, program, dan pendaftaran pelatihan dapat memantau kanal komunikasi resmi BDI Padang, termasuk akun Instagram lembaga tersebut.
“Seluruh jadwal dan informasi layanan dapat diakses secara transparan melalui kanal media sosial resmi, termasuk akun Instagram BDI Padang,” kata Nafka.



















