BDI Padang juga memfasilitasi pelatihan bagi aparatur negara dengan mempertimbangkan ketersediaan alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pelaksanaannya disesuaikan dengan tata kelola birokrasi dan ketentuan anggaran pemerintah yang berlaku.
Untuk menjaring peserta, BDI Padang menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan asosiasi profesi. Mitra yang disebutkan Wahyu antara lain Universitas Andalas (UNAND), Universitas Negeri Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang (PNP), Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta ACI.
Wahyu menyebut salah satu tantangan dalam pengembangan SDM industri di daerah adalah pola pikir yang cenderung menginginkan hasil secara cepat. Padahal, menurutnya, dunia industri membutuhkan ketekunan dan proses yang panjang.
“Tantangan terbesar di daerah adalah kecenderungan ingin hasil instan, padahal dunia industri menuntut ketekunan dan proses yang panjang,” katanya.
Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha di Sumatera Barat, terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses pembelajaran yang konsisten.
“Kami berharap masyarakat dapat merubah mindset, lebih sabar, dan semangat mengikuti pelatihan bertahap demi meningkatkan daya saing industri,” imbuhnya.



















