Secara akumulatif, Bengkalis masih menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar di Riau sepanjang Januari hingga September 2026, yakni mencapai 8.454,40 hektare.
Pelalawan berada di posisi kedua dengan 6.705,39 hektare, disusul Indragiri Hilir 1.044,52 hektare, Indragiri Hulu 615,52 hektare, dan Dumai seluas 556,01 hektare.
Daerah lainnya yang juga mencatat kebakaran lahan yakni Rokan Hilir seluas 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Kepulauan Meranti 218,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 70,87 hektare, serta Rokan Hulu 34,46 hektare.
Edy mengatakan perkembangan karhutla di Riau terus dipantau. Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten dan kota hingga Manggala Agni.
“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah dan penanganan yang dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Meningkatnya luas lahan terbakar di Riau menjadi perhatian bagi daerah-daerah lain di Pulau Sumatra, termasuk Sumatra Barat. Pada kondisi arah angin tertentu, asap dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga berpotensi terbawa hingga ke wilayah Sumbar dan memengaruhi kualitas udara.










