“Banyak yang tidak tahan karena tidak ada pemasukan. Dulu kami bisa hidup dari danau, sekarang serba sulit,” ujarnya.
Fenomena Sering Terjadi, Tapi Dampak Kali Ini Lebih Luas
Tokoh masyarakat Bayur, Yandra, mengatakan fenomena perubahan warna air dan matinya ikan ini bukan pertama kali terjadi. Namun, kali ini dampaknya dirasakan jauh lebih luas oleh warga.
“Keramba rusak, ikan mati, dan banyak keluarga kehilangan penghasilan. Kondisi ini membuat warga khawatir jika tidak ada langkah cepat,” jelasnya.
Menurutnya, warga berharap pemerintah daerah turun langsung meninjau situasi di lapangan dan memberikan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
“Warga tidak minta banyak, hanya ingin ada kepastian agar kehidupan di sekitar danau bisa kembali berjalan,” kata Yandra.
Hingga kini, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa kerusakan sambil berharap kondisi danau segera kembali normal.
















