Kabarminang – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman pada 27–28 Oktober 2026 memicu longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, pada Kamis (29/10/2026).
Akibat kejadian itu, sejumlah jalan antarkampung terputus, tiga jembatan rusak berat hingga roboh, serta fasilitas air bersih warga ikut terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Mardianto, mengatakan, bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu selama dua hari dua malam.
Ia menyebut, dampak cukup parah terjadi pada ruas Pangian–Rotan Getah serta Tombang–Sopan di kawasan Padang Barobah. Kedua jalur tersebut tidak dapat dilalui karena tertutup material longsor.
“Jalur penghubung antarkampung atau jorong lumpuh total akibat tertimbun material tanah longsor,” katanya kepada Sumbarkita, Jumat (30/10/2026).
Ia menyebut, longsor juga menutup sejumlah titik jalan pada jalur Pangian–Muaro, Pangian–Pintuai, serta Pintuai–Pertemuan.
Selain jalan, kata Mardianto, tiga jembatan yang menjadi bagian dari akses masyarakat mengalami kerusakan berat hingga roboh. Ketiganya yakni Jembatan Sungai Tuor, Jembatan Pintuai, dan Jembatan Muaro.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas air bersih masyarakat, yakni satu bangunan penangkap air atau intake di Jorong III Pangian mengalami kerusakan berat.





















