Kabarminang – Limbah sabut kelapa di tangan Iga Analusya (31 tahun) menjadi produk kerajinan bernilai jutaan rupiah melalui UMKM Farilla Craft. Ia menjalankan usaha itu bersama keluarganya di rumahnya di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
Iga mengatakan, UMKM Farilla Craft merupakan usaha kerajinan berbahan limbah sabut kelapa yang dibangun sejak 2021. Ia menyebut ide usaha itu muncul ketika di kawasan pesisir banyak ditemukan limbah sabut kelapa.
“Ide ini berawal dari tempat tinggal saya banyak ditemukan limbah sabut kelapa, karena kepedulian terhadap lingkungan. Kemudian saya mencari cara agar sabut kelapa yang tidak terpakai itu dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” tuturnya ketika ditemui Sumbarkita, Minggu (25/10/2026).
Ia melanjutkan, selain menghasilkan produk yang dapat dijual, upaya tersebut juga ditujukan agar limbah tidak terbuang begitu saja.
Ia menyebut, limbah sabut kelapa diolah menjadi aneka kerajinan berupa media tanam, tas jinjing atau tote bag, tas tangan atau clutch, gantungan kunci, hingga lukisan. Di antara produk tersebut, lukisan menjadi salah satu produk dengan harga jual tertinggi, yakni berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.
Ia menyebut, ukuran lukisan dapat disesuaikan dengan permintaan pembeli. Namun, Farilla Craft menetapkan ukuran minimum sekitar 35 x 35 sentimeter agar detail lukisan dapat dikerjakan dengan baik.
“Pengerjaan lukisan membutuhkan perhatian terhadap detail. Karena itu, ukuran yang terlalu kecil dapat menyulitkan proses pembuatan dan memengaruhi hasil akhir karya,” tuturnya.
Ia melanjutkan, pembuatan lukisan tersebut melalui proses pelapisan dasar, diberi lapisan pelindung, dan menggunakan lem untuk memperkuat bagian-bagiannya.




















